Adakah Host sekaliber Oprah Winfrey di Indonesia??

OprahClinton_468x313THE OPRAH WINFREY SHOW

The Oprah Winfrey Show muncul pertama kali secara nasional di Ameraka Serikat pada September 1986 di 108 stasiun televisi. Topik pertama yang dihadirkannya adalah “How to Marry the Man/ Woman of Your choice”. Meskipun ada yang meragukan bahwa acara ini akan mampu meraih perhatian public, namun ternyata keraguan itu tak beralasan. Oprah mencatat sukses, dalam waktu singkat penonton acara ini meningkat pesat sehingga mematahkan dominasi The Phill Donahue yang selama lebih dari 20 tahun menjadi tontonan popler di AS. Acara ini kemudian menjadi inspirasi bagi munculnya talk show yang dibawakan oleh Sally Jesse Raphael dan Geraldo Rivera.

Selama bertahun-tahun Oprah menampilkan berbagai topic, sampai akhirnya pada 1985 ia membuat kejutan ketika dalam suatu pertunjukkan ia mengaku telah menjadi korban kejahatan secara incest. Itulah untuk pertama kalinya jurnalisme televise mengalami yang disebut  ‘major personal disclosure by a nationally known television personality live, on the air’. Kejadian tersebut kemudian menjadi karakter umum dari acara yang dibawakannya, yakni menampilkan secara parallel antara pengalaman-pengalaman para tamu acara dan kehidupan pribadi Oprah. Teknik mengaikatkan isu-isu yang ada dan kehidupannya menjadi trademark pertunjukkan Oprah.

Meskipun acara talk show sudah merebak ke seluruh penjuru dunia, khususnya di Negara kita. Pertanyaannyaadalah mengapa belum ada ‘Oprah Winfrey lokal’?. Dilayar televise kita bertaburan wanita pemandu berbagai jenis talk show, mulai dari Dessy Anwar, Rossiana Silalahi, Indy Barends, Tika Pangabean, dan masih sederetan nama lagi. Tak jarang, kita melihat mereka muncul di acara lain di layar kaca, entah itu menjadi presenter, penyanyi, maupun comedian. Tentu saja, hal ini berbeda dari Oprah, yang hanya muncul membawakan satu jenis program talk show di TV. Selain itu, ada kalanya pula seseorang muncul di satsiun TV X, pada kesempatan berbeda ia membawakan program lain di TV Y.

Untuk menjadi sekelas Oprah, seorang host harus ‘kuat’, namun tidak menonjol. Sebab, yang ingin didengar dan diketahui penonton adalah pernyataan, curahan hati (sharing cerita), dan pengalaman (testimonial), yang keluar dari mulut tamu yang di undang.

Bayangkan, dia biasa memberi kesempatan untuk ajang curhat wanita-wanita biasa, tanpa dia memonopoli. Sedangkan di TV local, ada kecenderungan jika pembawa acara tidak banyak omong dan menyela pembicaraan seseorang, takut disangka seolah-olah dia menjadi kurang pintar.

Kelemahan lain yang biasa ditemui dari seorang host adalah terpaku pada script dan factor buadaya yang berdampak pada pemilihan tema atau isu yang ditampilkan. Dalam hal ini sebetulnya yang lebih berperan adalah nalar dan kepiawaian mengolah pertanyaan di lapangan. Berbeda dengan Oprah, yang membuat Oprah special adalah penampilan yang tidak dibuat-buat. Agaknya, selain factor host, penonton pun memberi andil mengapa acara sejenis Oprah belum biasa kita miliki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: