SAINS

sains

SAINS YANG MENGASYIKKAN

Pengalaman mengenai betapa menegangkannya, di samping juga membosankan, pelajaran matematika, fisika, dan kimia merupakan tradisi yang tak pernah berhenti diwariskan.

Begitulah yang selama ini terjadi, dan kita, senior ita, adik kelas kita bukan saja percaya begitu saja. Kita semua telah membuktikannya sendiri. Pelajaran-pelajarn yang diakronimkan sebagai mafia itu, barangkali juga ditambah biologi, memang tak bisa membuat gembira, membosankan, dan, jika gurunya galak, super menegangkan.

Pengalaman mengajarkan betapa sulit mengubah hal-hal yang sudah turun temurun itu. Bukan karena rintangannya adalah model pengajaran yang betapapun telah dimodifikasi, hakikatnta tetap saja sama bahwa guru menstransfer ilmu dan pengetahuan yang merupakan abstraksi dari realitas itu sendiri. Belajar “mafia: bukan lagi sesuatu yang menyenangkan. Tapi selain itu, materi yang menjadi pegangan unruk pengajaran pun sangat kering.

Di sisi itulah kehadiran buku-buku yang mengadopsi dan menyajikan pendekatan yang berbeda dalam menstransfer pengetahuan menjadi penting. Buku-buku semacam itu bukan semata bias menjadi alternative sumber pengetahuan, melainkan juga pembuka mata (begi mereka yang terlanjur menuruti saja kebiasaan usang) bahwa mengajar topic-topik yang berat seharusnya bias juga dilakukan dengan cara yang ringan, memikat, dan menantang.

Komik, diantara kemungkinan- kemungkinan yang ada, harus diakui, memang medium yang paling luwes dan menarik digunakan untuk menyampaikan gagasan apapun. Di Negara lain, para kartunis dan pakar komik, menggunakan medium komik untuk memberi kuliah singkat dan padat mengenai serba-serbi komik.

Di sini, buku-buku berformat komik tentang matematika, fisika, dan kimia yang diterbitkan memang umumnya disiapkan untuk konsumsi anak-anak (mungkin juga remaja ikut membacanya, meskipun telat atau memang berminat). Sebenarnya bisa juga sasaran pembacanya adalah mereka yang berada dikategori usia yang lebih tua. Ini hanya soal bagaimana menyajikannya.

Sementara ini belum ada buku-buku yang mengadopsi medium atau pendekatan yang lain atau buku-buku yang tak terdeteksi oleh layar radar. Apalagi buku yang berisi tulisan –tulisan sains yang disajikan dengan gaya populer, seperti karya-karya Carl Sagan, ahli astronomi dari Amerika Serikat. Rasanya yang demikian ini masih berupa angan-angan di kepala mereka yang memang meminatinya.

Tetapi dimana pun tak pernah ada satu situasi yang berlangsung tetap. Selalu ada perubahan. Mudah-mudahan saja ketiadaan buku-buku sains yang menyenagkan yang lebih bervariasi itu hanya soal waktu saja.

Oleh : Achmad Sudarno

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: